![]() |
||||
| Situs web ini | Topic diskusi | |||||
|
QiblaPanitia pengelola di suatu mesjid menjadi marah dalam diskusi dengan kontraktor bangunan. Kontraktor itu keliru menentukan Mehrab, yang kurang tepat menuju Ka'bah di Makkah. Sebagian dari mereka takut syalatnya selama dua bulan terakhir ini menjadi sia-sia. Bagi seorang Muslim, sangat penting syalatnya mengituti qibla mengarah ke Makkah. Di mesjid ada Mehrab untuk imam berdiri di depan menghadap ke arah Makkah, dan jemaah berada di belakangnya ikut bersyalat. Orang Yahudi memulai kebiasaan berdoa menghadap ke arah kota Yerusalem (1 Raja-raja 8:29, 30, 44; 2 Tawarikh 6:21; Kitab Nabi Daniel 6:10). Rupa-rupanya kebiasaan ini diteruskan sampai jaman Muhammad. Pada waktu permulaan agama Islam, orang Muslim berdoa menghadap ke arah kota Yerusalem. Akan tetapi pada thn 2 AH, Muhammad menyuruh mereka menghadap ke arah Kab'ah di Makkah sesuai dengan suatu wahyu yang diterimanya: "Palinglah mukamu ke Mesjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya" (Surah 2:144). Ada yang tidak tahu mengapa pengikut tidak harus berdoa dengan menghadap ke arah tertentu. 'Isa tidak memberi petunjuk tentang doa ke arah tertentu. Pengikut 'Isa percaya bahwa Allah berada di mana-mana dan segala sesuatu adalah milikNya: Timur, Barat, Utara, maupun Selatan. Pada suatu hari, seorang perempuan dari suku Samaria bertanya kepada 'Isa tentang bukit Gerazim, "Nenek moyang kami beribadah di bukit ini tetapi orang Yahudi percaya bahwa tempat ibadah yang tepat adalah Yerusalem." (Injil Yahya 4:20). 'Isa menjawab: "Percayalah, satu waktu orang akan menyembah Bapa, bukan lagi di bukit ini dan bukan lagi di Yerusalem. Waktunya akan datang, malahan sudah datang, bahwa orang-orang akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran. Mereka akan menyembah dengan cara yang sejati seperti yang dikehendaki Allah." (Injil Yahya 4:21, 23-24). Kesimpulannya, yang terpenting bukanlah arah kita menghadap tetapi sikap fikiran dan hati terhadap Allah. 'Isa memberi banyak ajaran tentang doa sejati dan penyembahan yang dijelaskan dalam Injil.
|
|||||||||||||||
|
|
|
|